Bentang Alam Struktural

Posted: Maret 26, 2012 in Uncategorized

A. Pengertian

Bentang alam struktural merupakan kenampakan morfologi yang pembentukannya dikontrol sepenuhnya oleh struktur geologi daerah yang bersangkutan. struktur yg dominan merupakan struktur sekunder, atau struktur yg terbentuk setelah batuannya ada. struktur2 ini dapat berupa sesar, lipatan dan kekar.

Kenampakan pada peta topografi yg dpt dgnakan untuk interpretasi daerah tsb adlh mrupakan b.alam struktural antara lain :

1. Pola Penyaluran

pola – pola khusus yang ada pada daerah menunjukan adanya struktur yg bekerja pada daerah tersebut, smisal sungai yg membelok tiba2, atau adanya pola trellis dan sub dendritik.

2. lineament

lineament atau pola kelurusan dlm hal ini dpt ditunjukkan dari penampakan punggungan (ridge), lembah, bukit, yg bisa di interpretasikan adanya struktur geologi yg bekerja.

3. bentuk bukit , lembah

4. perubahan aliran sungai

B. Macam – macam Bentang Alam Struktural

- Struktur Mendatar

dibagi menjadi 2 , yaitu :

dataran rendah ( 0 – 500 kaki)

dataran tinggi (>500 kaki)

Pada daerah yg berstadia tua, dijumpai kenampakan bukit sisa, yang berupa messa dan butte. Yang membedakan kedua morfologi itu adalah messa memiliki ukuran yg lebih luas dari butte.

Butte berasal dari bahasa perancis yang memiliki arti “bukit kecil”. Bukit kecil yang dimaksud  adalah bukit yang terpencil, memiliki sisi yang terjal, butte sangat mencolok akibat dari terpencilnya bukit itu berada, biasanya dia berada dalam udara yang kering, umumnya datar berlapis-lapis karena Butte merupakan hasil dari sedimentasi, butte memiliki jenis batuan yang resisten sehingga bute tahan terhadap erosi, hute memiliki lereng yang curam. Pada badan butte ditemukan hasil dari sayatan-sayatan hasil erosi. Butte memiliki suatu karakter yang sama dengan messa karena memiliki proses pembentukan yang sama, namun memiliki suatu ciri yang membedakan, perbedaan itu antara lain adalah sebagai berikut.

PERBEDAAN

BUTTE

MESA

KETINGGIAN

Tinggi

Rendah

LUAS DATARAN PADA PUNCAK

Sempit

Luas (lebar)

LAIN-LAIN

Buttememiliki bentuk yang lebih ramping karena memiliki luas permukaan puncak yang kecil namun tingginya lebih dari mesa

-

 

Butte terbentuk akibat erosi dan pelapukan, dimana pada mulanya terangkatnya permukaan oleh proses tektonik. Munculnya permukaan yang memiliki berbagai jenis batuan tersebut, membuat terjadinya suatu roses diferensiasi batuan, adanya batuan yang tidak resisten, sehingga batuan yang tidak resisten itu tererosi oleh angin maupun terlapukan. Sehingga pada akhirnya batuan yang tidak resisten tersebut hilang dan sampai pada batuan yang resisten, dimana batuan yang resisten membentuk suatu bukit kecil yang menjulang tinggi dengan luas yang kecil.
 
- Struktur Miring
cuesta : memiliki scarp slope yang lebih curam sedangkan dip slopenya relatif landai pada arah sebaliknya sehingga terlihat tidak simetri. sudut lerengnya kurang dari 30 derajat
hogback : sudut antara kedua sisi relatif sama, kira2 lebih dar 30 derajat , scarp slope dan dip slope hampir sama sehingga terlihat simetri.
- Struktur lipatan
struktur antiklin dan sinklin
antiklin dan sinklin menunjam
 
-struktur patahan
morfologi dapat berupa triangular facet

Triangular facet merupakan salahsatu penampakan oleh proses bentang alam struktural. Dimana dicirikan adanya aliran-aliran air pada suatu bidang miring, dimana aliran tersebut membentuk segitiga.

 Proses dimana terjadinya suatu struktur aliran seperti itu diakibatkan oleh awal mula terkbentuknya suatu bidang miringa dimana pada permukaan bidang miring tersebut adanya garis gerus akibat proses sesar. Gerus hasil sesar itu merupakan saluran bagi air untuk mengalir. Akibat adanya aliran air terjadinya pengikisan dan terbentuknya suatu aliran yang akhirnya membentuk kenampakan segitiga.

  Dalam morfologi ini terbentuknya pola penyaluran distribusi, sehingga dari pusat menyebar sehingga akibat aliran air yang membetuk seperti gambaran garis membentuk segitiga.

sekian dlu blog ini, jika ada masukan saran akan sangat membantu saya :)

GEOLOGI SAMPAI MATI!!!

 

Bentang alam Fluvial

Posted: November 21, 2010 in Uncategorized

Bentang alam fluvial merupakan bentang alam yang terdiri di dalamnya berhubungan dengan proses adanya air yang membentuk suatu morfologi di suatu daerah tertentu.

contoh – contoh bentang alam fluvial antara lain :

Meander

Belokan tajam pada sungai, biasanya terjadi pada dalam suatu rangkaian, yang disebabkan  karekteristik dari aliran air. Meander terbentuk pada aliran endapan sedimen dan berhenti diatas aliran karena terhalang.

 

Meander cut off

Meander cutoff merupakan meander yang terbentuk akibat aliran yang melewati bagian sempit dari leher meander, di mana aliran ke bawah telah berpindah dari meander yang telah melambat dan meander berikutnya telah mengambil aliran tersebut.

 

Flood Plain

Food plain adalah suatu level area pada daratan untuk memprediksi banjir dari tubuh air yang berdekatan. Flood plain digambarkan dari frekuensi banjir yang sudah terjadi.

Stream divide

Stream divide merupakan pembagian arus sungai berdasarkan dasar sungai dan arah alirannya tersebut. Pembagian tersebut, yaitu branch, beck, burn, creek, kill, lick, rill, river syke, bayou, rivulet, run.

River terrace

River terrace merupakan teras sungai yang tampak sepanjang sisi lembah, biasanya sejajar dengan tembok lembah. Kebanyakan terraces terbentuk ketika erosi pada sungai meningkat dan melewati flood plain.

Channel Bar

Channel Bar adalah endapan sungai yang terdapat pada tengah alur sungai.

Point bar

Point Bar adalah endapan sungai yang terdapat pada tepi alur sungai.

Natural leveess

Natural levees merupakan pemanjangan dari tanggul terdiri dari pasir dan lanau dan terendapkan sepanjang tepi sungai selama masa banjir.

 

Back Swamp

Back swamp merupakan rawa yang mengalami penurunan area floodplain antara natural levees dan pada tepi floodplain

 

Braided stream

Braided stream adalah arus yang mengalir pada beberapa terusan yang terbagi dan yang bersatu. Braided stream terbentuk pada bagian hilir sungai yang memiliki slope hampir datar-datar, alurnya luas, dan dangkal.

Oxbow lake

Oxbow lake merupakan meander pada awalnya karena adanya pemotong pada arus akibat pelurusan air, maka terbentuklah struktur seperti tapal kuda, struktur ini dinamakan oxbow lake.

Crevasse splay

Crevasse splay merupakan kenampakan roman muka bumi yang terbntuk akibat arus berlebih memotong levee dan endapan sedimen pada floodplain. Hal ini dapat membuat endapan yang sangat besar sehingga menjadi delta.

Alluvial fan

Alluvial fan berbentuk seperti kipas, merupakan akumulasi dari endapan alluvial pada mulut jurang atau aliran anak sungai dengan arus utama.

 

Channel fill

Channel fill merupakan akumulasi pasir detritus pada arus di mana kapasitas transportasi dari air tidak mampu untuk memindahkan material secara berulang.

 

Overbank

Overbank merupakan penggambaran dari tipe  endapan alluvial atau sediment yang terendapkan pada floodplain di sungai. Biasanya endapan berbutir halus.

 

Flood basin

Flood basin merupakan daerah di bawah permukaan air selama air tinggi karena banjir pada daerah tertentu.

 

Mineral – mineral

Posted: November 21, 2010 in Uncategorized

Talc

Talc memiliki kilap mutiara dan umumnya talc berwarna putih. Kekerasan talc masuk dalam skala 1 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada talc termasuk belahan 1 arah dan pecahannya termasuk conchoidal . Talc berbentuk kristalin dan sifat dalamnya adalah fleksibel. Kemagnetan talc termasuk diamagnetic dan tidak dapat ditembus cahaya(opaque).

 

 

Gypsum

 

Gypsum memiliki kilap kaca-mutiara dan umumnya berwarna putih. Gypsum memiliki kekerasan dalam skala 2 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada gypsum adalah belahan 1 arah dan pecahannya adalah uneven. Bentuk dari gypsum adalah kristalin dan sifat dalamnya adalah fleksibel. Kemagnetan gypsum adalah diamagnetic dan gypsum dapat ditembus oleh cahaya.

Kalsit

 

Kilap flourit adalah kaca, umumnya flourit berwarna ungu,hijau,kuning. Kekerasan flourit masuk skala 4. Cerat flourit adalah putih, sedangkan belahannya adalah sempurna . pecahannya termasuk irregular . flourit berbentuk isometric dan sifat dalamnya adalah rapuh. Untuk kemagnetannya adalah diamagnetik. Dan flourit dapat ditembus oleh cahaya.

 

Apatit

 

Kilap apatit termasuk kilap kaca, dan biasanya berwarna hijau,kuning,biru. Skala kekerasan apatit adalah 5, sedangkan ceratnya adalah putih. Belahannya adalah 1 arah. Pecahan apatit termasuk golongan conchoidal. Apatit memiliki bentuk kristal. Sifat dalamnya rapuh. Kemagnetannya termasuk diamagnetik. Dan dapat ditembus oleh cahaya.

 

Orthoclase

 

Orthoclase memiliki kilap kaca dan pada umumnya orthoclase berwarna putih. Orthoclase memiliki kekerasan dalam skala 6 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada orthoclase termasuk belahan 2 arah dan pecahannya adalah conchoidal. Orthoclase berbentuk kristalin dan sifat dalamnya adalah dapat diiris. Kemagnetannya adalah diamagnetic dan dapat ditembus cahaya.

 

Kuarts

 

Kilap kuarts termasuk kilap gelas/kaca dan kuarts umumnya berwarna putih. Kekerasan kuarts masuk dalam skala 7 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada kuarts adalah belahan 3 arah dan pecahannya termasuk conchoidal. Kuarts berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam berupa brittle. Kemagnetan kuarts adalah diamagnetic dan dapat ditembus cahaya.

 

Topaz

Kilap topaz termasuk dalam kilap intan-kaca dan topaz berwarna bening. Kekerasan topaz masuk dalam skala 8 dan ceratnya berwarna putih. Belahan topaz termasuk belahan 1 arah dan pecahannya termasuk conchoidal. Topaz berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam brittle. Kemagnetannya adalah diamagnetic dan dapat ditembus oleh cahaya.

 

Corundum

Corundum termasuk dalam kilap kaca-intan dan corundum berwarna putih,bening,merah. Kekerasan corundum masuk dalam skala 9 dan ceratnya berwarna putih. Untuk belahan corundum tidak mempunyai belahan dan pecahannya termasuk conchoidal. Bentuk dari corundum adalah trigonal dan sifat dalamnya rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic. Corundum dapat ditembus oleh cahaya.

 

Intan

Intan memiliki kilap intan (adamantine) dan pada umumnya memiliki warna yang bening atau tidak berwarna. Kekerasan intan masuk dalam skala 10 , sedangkan untuk cerat intan adalah putih. Untuk belahannya adalah sempurna dan untuk pecahannya termasuk conchoidal. Intan berbentuk isometric dan sifat dalamnya brittle. untuk kemagnetan intan bersifat diamagnetik. Dan intan dapat ditembus oleh cahaya.

 

Biotite

Kilap biotite termasuk dalam kilap putih hingga mutiara dan umumnya berwarna hitam kecoklatan. Skala kekerasan biotite adalah 2.5 dan belahannya adalah 1 arah. Untuk ceratnya berwarna putih dan untuk pecahannya adalah uneven. Biotit berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam fleksibel dan elastic. Sifat kemagnetannya adalah parramagnetik dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Muscovite

Kilap muscovite termasuk kilap mutiara dan umumnya berwarna putih,kuning,hijau. Skala kekerasan muscovite adalah 2 – 2.5 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada muscovite adalah belahan 1 arah dan pecahannya adalah uneven. Muscovite berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam fleksibel dan elastis. Kemagnetan pada muscovite adalah paramagnetic dan dapat ditembus cahaya.

Plagioclase

Plagioclase memiliki kilap kaca dan umumnya berwarna putih,abu-abu, dan putih kebiru-biruan. Kekerasan plagioclase masuk dalam skala 6 – 6.5 dan ceratnya berwarna putih. Belahan plagioclase adalah 2 arah dan pecahannya adalah brittle. Plagioclase berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam yang rapuh. Kemagnetan plagioclase adalah paramagnetic dan dapat ditembus cahaya.

 

Hornblende

 

Hornblende masuk dalam kilap kaca dan berwarna hitam mengkilat. Hornblende memiliki kekerasan dalam skala 5 – 6 dan ceratnya berwarna putih atau abu-abu. Belahan pada hornblende adalah belahan 2 arah dan pecahannya adalah uneven. Horn blende berbentuk kritalin dan sifat dalamnya adalah brittle. Kemagnetan dari hornblende adalah ferromagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Piroksen

Kilap dari piroksen adalah kaca. Dan berwarna hijau mengkilap,hijau kekuningan. Kekerasan piroksen masuk dalam skala 6.5 -7. Cerat piroksen adalah putih,sedangkan belahannya adalah 2 arah. Untuk pecahannya adalah uneven. Piroksen berbentuk ortorombik. Sifat dalamnya yaitu rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic. Dan piroksen dapat ditembus oleh cahaya.

 

Serpentine

Serpentine termasuk dalam kilap lemak dan umumnya serpentine berwarna hijau tua,kuning,coklat atau hitam. Kekerasan serpentine masuk dalam skala 3 – 4.5 dan ceratnya berwarna putih. Serpentine tidak memiliki belahan dan pecahannya termasuk conchoidal. Serpentine berbentuk amorf dan sifat dalamnya adalah rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic. Serpentine tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Dolomite

 

Dolomite termasuk kilap mutiara dan berwarna umumnya adalah pink,putih,kuning dan tidak berwarna. Untuk kekerasan,dolomite masuk dalam skala 3.5 – 4, sedangkan ceratnya berwarna putih. Belahan dolomite termasuk dalam belahan 3 arah dan dolomite berbentuk trigonal.sifat dalam dolomite adalah rapuh dan kemagnetannya adalah diamagnetic. Dolomite juga dapat ditembus oleh cahaya.

 

Barite

Kilap barite termasuk dalam kilap kaca dan barite umumnya berwarna bening atau putih. Kekerasan barite masuk dalam skala 3 – 3.5 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada barite adalah belahan 1 arah dan pecahannya termasuk conchoidal. Barite berbentuk orthorhombic dan sifat dalamnya rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic. barite dapat ditembus oleh cahaya.

 

Tourmaline

Kilap tourmaline termasuk kilap kaca dan berwarna hitam,coklat,merah. Kekerasan tourmaline termasuk dalam skala 7 – 7.5 dan ceratnya berwarna putih. Tourmaline tidak memiliki belahan dan pecahannya termasuk conchoidal. Tourmaline berbentuk Kristal dan mempunyai sifat dalam brittle. Kemagnetannya adalah diamagnetic dan ketembusan cahayanya adalah transculent.

 

 

Nevelin

Kilap nevelin termasuk kilap kaca dan nevelin berwarna abu-abu kehijauan. Kekerasan nevelin berada dalam skala 5 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada nevelin tidak jelas dan pecahannya tidak rata. Nevelin berbentuk kristalin dan sifat dalamnya adalah brittle. Untuk kemagnetan nevelin termasuk diamagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Pirit

Pirit memiliki kilap logam,dan umumnya warna pirit adalah kuning emas. Kekerasan pirit termasuk dalam skala 6 – 6.5. cerat pirit adalah hitam kehijauan, sedangkan belahannya adalah sangat tidak jelas. Untuk pecahannya termasuk conchoidal. Pirit berbentuk isometric dan sifat dalamnya brittle. kemagnetan pirit adalah diamagnetik. Dan pirit bersifat tidak tembus cahaya (opaque).

 

Kalkopirit

Kilap kalkopirit termasuk dalam kilap logam dan kalkopirit berwarna biru kekuning-kuningan. Skala kekerasan kalkopirit adalah 3.5 – 4, sedangkan ceratnya berwarna hijau tua. Belahan kalkopirit adalah 1 arah dan pecahannya adalah conchoidal. Kalkopirit berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam rapuh. Kemagnetannya adalah ferromagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Azurite

Azurite termasuk kilap kaca dan berwarna biru langit. Kekerasan azurite masuk dalam skala 3.5 – 4, sedangkan belahannya adalah 1 arah dan ceratnya berwarna biru pucat. Pecahan azurite adalah conchoidal. Azurite berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam rapuh. Kemagnetan azurite bersifat diamagnetic dan tidak dapat ditembus cahaya (opaque).

 

Amethyst

Kilap amethyst adalah kilap kaca dan umumnya berwarna ungu. Amethyst memiliki kekerasan dalam skala 7, sedangkan ceratnya berwarna putih. Amethyst tidak memiliki belahan dan bentuk dari amethyst adalah Kristal. Sifat dalam dari amethyst adalah rapuh dan sifat kemagnetannya adlah diamagnetic. Dan amethyst dapat ditembus oleh cahaya.

 

Kalsedon

Kilap kalsedon termasuk kilap lemak dan umumnya kaslsedon berwarna coklat. Kekerasan kalsedon termasuk dalam skala 6 dan ceratnya berwarna putih. Belahan kalsedon tidak jelas dan pecahannya termasuk conchoidal. Kalsedon berbentuk kristalin dan sifat dalam kalsedon adalah rapuh. Kalsedon bersifat diamagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Silimanit

Kilap silimanit termasuk kilap sutera dan silimanit berwarna abu-abu. Kekerasan silimanit berada dalam skala 7.5 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada silimanit termasuk belahan 1 arah dan pecahannya termasuk kasar(banyak serpihan). Silimanit berbentuk orthorombik dan mempunyai sifat dalam rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic dan dapat ditembus oleh cahaya(transparent).

 

Chert

Kilap chert termasuk kilap putih dan umumnya berwarna putih,abu-abu. Kekerasan chert termasuk dalam skala 7 dan ceratnya adalah putih. Belahan pada chert tidak jelas dan pecahannya termasuk conchoidal. Chert berbentuk amorf dan mempunyai sifat dalam rapuh. Kemagnetannya adalah diamagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Beryl

Pada dasarnya beryl memiliki kilap seperti kaca (vitreous),dan umumnya beryl mempunyai warna hijau keemasan,kuning,pink dan ada juga yang tidak berwarna. Kekerasan beryl masuk dalam skala 7.5 – 8. Untuk ceratnya adalah putih. Sedangkan belahannya adalah 1 arah. Lalu pecahannya termasuk conchoidal. Beryl memiliki bentuk kristalin. Sifat dalamnya adalah brittle. Kemagnetan beryl termasuk diamagnetik. Untuk ketembusan cahaya beryl dapat ditembus oleh cahaya karena transparan.

 

Limonit

Limonit memiliki kilap tanah dan berwarna coklat pudar. Kekerasan limonit masuk dalam skala 4-5.5 dan ceratnya berwarna kuning kecoklatan. Untuk belahan, belahan limonit tidak jelas dan pecahannya adalah conchoidal. Limonit berbentuk amorf dan memiliki sifat dalam dapat diiris. Kemagnetan pada limonit adalah diamagnetic dan tidak dapat ditembus oleh cahaya (opaque).

 

Kaolin

Kilap kaolin termasuk dalam kilap tanah dan kaolin berwarna putih atau bening. Kekerasan kaolin termasuk dalam skala 1.5-2 dan ceratnya berwarna putih. Belahan pada kaolin adalah belahan 1 arah dan pecahannya termasuk uneven. Kaolin berbentuk triklinik dan sifat dalamnya adalah rapuh. Kaloin bersifat diamagnetic . Kaolin dapat ditembus oleh cahaya.

 

Hematite

Kilap hematite termasuk kilap logam dan umumnya berwarna abu-abu perak. Untuk kekerasan hematite masuk dalam skala 5 – 6 ,lalu ceratnya adalah merah darah atau merah kecoklatan. Untuk hematite tidak mempunyai belahan dan untuk pecahan,hematite termasuk uneven. Hematite berbentuk trigonal dan sifat dalamnya adalah rapuh. Untuk kemagnetan hematite tergolong diamagnetik. Dan hematite tidak dapat ditembus cahaya (opaque).

 

Magnetite

Kilap magnetit termasuk dalam kilap logam dan magnetit berwarna hitam. Kekerasan magnetit masuk dalam skala 5.5 – 6.5 dan ceratnya berwarna hitam. Magnetit tidak memiliki belahan dan pecahannya adalah conchoidal. Magnetit berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam dapat ditempa. Kemagnetan pada magnetit adalah ferromagnetic dan tidak dapat ditembus cahaya (opaque).

 

Ilmenit

Ilmenit memiliki kilap logam,dan warna ilmenit adalah hitam. Kekerasan ilmenit masuk dalam skala 5 – 6 ,sedangkan ceratnya adalah hitam kecoklatan. Tidak terdapat belahan pada ilmenit. Pecahannya termasuk golongan conchoidal. Ilmenit memiliki bentuk amorf. Sifat dalamnya rapuh. Kemagnetan ilmenit termasuk diamagnetik. Untuk ketembusan cahaya ilmenit tidak dapat tembus cahaya (opaque).

 

Rutil

Kilap rutil termasuk kilap intan dan umumnya berwarna merah mengkilap. Kekerasan rutil masuk dalam skala 6 -6.5 dan ceratnya berwarna merah. Belahan rutil termasuk belahan 2 arah dan pecahannya adalah conchoidal. Rutil berbentuk kristalin dan memiliki sifat dalam brittle. Kemagnetannya adalah paramagnetic dan dapat ditembus oleh cahaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Batuan Beku

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

 

  1. Klasifikasi Batuan Beku Menurut Fenton

Seperti yang kita ketahui, batuan beku berbeda-beda pada tekstur dan pada kedalaman saat pembekuan. Dari keterangan tersebut, batuan beku dapat dibagi menjadi kelompok menurut tekstur dan tempat pembentukannya.

a)      Kelompok batuan beku berbutir kasar didominasi oleh batuan-batuan yang pembekuannya jauh di dalam tanah, pada kelompok ini kristal-kristalnya dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Contohnya adalah batu granit dan diorite.

b)      Kelompok batuan  berbutir halus memadat di permukaan atau sangat dekat dengan permukaan, pada kelompok ini kristal-kristal pada batuan tidak dapat terlihat tanpa bantuan mikroskop. Contoh batuan berbutir halus adalah rhiolit dan basal.

c)      Kelompok batuan seperti kaca atau hampir tidak berbutir, pada umumnya mengeras pada permukaan aliran lava. Batuan ini terjadi karena lava mendingin dengan sangat cepat sehingga mineral-mineral tidak dapat mengkristal. Hal ini mungkin terjadi saat magma atau lava bersentuhan dengan material yang lebih dingin pada permukaan bumi. Contoh batuan yang seperti kaca adalah obsidian dan batu apung.

d)     Kelompok batuan fragmental, adalah batuan yang terlempar keluar oleh letusan yang keras. Kebanyakan batuan ini mengandung pecahan-pecahan seperti kaca. Batuan fragmental terdiri dari banyak butiran atau pecahan yang telah disatukan oleh panas dari letusan gunung berapi. Contoh batuan fragmental adalah tuff dan volcanic breccias.

  1. Menurut Russell B. Travis (1955)

Dalam klasifikasi ini tekstur batuan beku yang berdasarkan pada ukuran butir mineralnya dapat dibagi menjadi:

a)      Batuan dalam

Bertekstur faneritik yang berarti mineral-mineral yang menyusun batuan tersebut dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan alat pembesar. Terbentuk kurang lebih 3 – 4 km di bawah permukaan bumi, dan batuan dalam sering disebut juga batuan plutonik atau batuan abisik. Struktur kristalnya adalah holokristalin atau berhablur penuh. Contoh batuannya adalah gabbro dan granodiorit.

 

b)      Batuan gang

Bertekstur porfiritik dengan masa dasar faneritik atau bertekstur porfiritik dengan masa dasar afanitik. Terbentuk dalam celah-celah atau retak-retak kulit bumi, pada jalan magma menuju permukaan bumi. Batuan gang sering disebut juga batuan hypoabisik dan struktur kristalnya adalah holkristalin dan porfir atau amorf. Contoh batuannya adalah diorite porfiri dan granit porfiri.

c)      Batuan lelehan

Bertekstur afanitik, yaitu individu mineralnya tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Terbentuk melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma sampai ke permukaan bumi dan berubah menjadi lava yang langsung menjadi padat karena pendinginan dari lingkungan. Sedangkan batuan lelehan memiliki struktui kristal yang kecil-kecil atau bahkan tidak mempunyai bentuk Kristal (amorf). Contoh batuannya adalah batu riolit dan obsidian.

Piramida klasifikasi batuan beku menurut R. B. Travis

Kelebihan dari klasifikasi Russel B. Travis adalah akan lebih dapat mencerminkan sejarah pembentukan batuan daripada atas dasar kimia.

 

  1. Klasifikasi Batuan Beku Menurut Hamblin dan Howard

Sistem yang paling berguna dan signifikan dalam pengklasifikasian batuan beku, didasarkan oleh dua kriteria yaitu: komposisi dan tekstur. Pentingnya kriteria tersebut tidak hanya terletak pada kegunaan untuk mendeskripsikan batuan sehingga bisa dibedakan dengan batuan tipe lain, tetapi juga penting dalam pengertian umum. Pada komposisi mineral terdapat  petunjuk-petunjuk penting mengenai sifat dasar magma, dan tekstur menunjukkan sejarah pendinginan.

Kira-kira 99% dari dari sebagian besar batuan beku tersusun hanya dari 8 elemen, yaitu oksigen, kalsium, alumunium, silikon, sodium, magnesium, dan potassium. Sebagian besar dari elemen terebut masuk ke dalam struktur kristal pembentuk batu silikat dan membentuk feldspar, amphibole, kuarsa, mika, piroksen, olivine, dan amphibole. Keenam mineral ini terdapat pada 95% volume dari semua batuan-batuan beku dan yang terpenting adalah untuk mempelajari klasifikasi dan asal batuan beku.

Tekstur batuan beku dibagi dalam beberapa tipe berikut:

a)      Faneritik, pada tekstur ini terdapat kristal besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

b)      Porfiritik-faneritik tekstur, tekstur ini dikarakteriskan oleh 2 kristal, yang keduanya bisa dilihat dengan mata telanjang.

c)      Afanitik, pada tekstur ini kristal-kristalnya sangat kecil sehingga tidak bisa dideteksi tanpa bantuan mikroskop.

d)     Porfiritik-afanitik, tekstur ini adalah salah satu  yang mana fenokris berkumpul dalam matriks afanitik.

e)      Seperti kaca, tekstur ini mirip dengan kaca biasa. Hal ini mungkin dalam unit yang besar.

f)       Fragmental, tekstur ini terdiri dari pecahan kaku yang mengeluarkan material beku yang berkisar dari blok-blok besar hingga debu halus.

Batuan Sedimen

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil rombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas maupun organism yang diendapkan pada cekungan sedimentasi yang kemudian mengalami pembatuan. Komposisi mineral – mineral yang umum dijumpai pada batuan sedimen antara lain : kuarsa, feldspar, kalsit, dolomite, mika dan mineral lempung. Batuan sedimen terjadi dari proses pembatuan atau litifikasi hancuran batuan lain atau litifikasi hasil reaksi kimia atau biokimia.

Pembatuan atau litifikasi adalah proses terubahnya materi pembentuk batuan yang lepas – lepas menjadi batuan yang kompak(padat) dan keras.

Litifikasi dapat disebabkan oleh proses :

1. cementation             : penyemenan

2. compaction : pemadatan

3. desiccation : keluarnya air dari pori – pori karena pemadatan atau penguapan

4. crystallization: pengkristalan

Cara pembentukan batuan sedimen :

1. Pelapukan (Weathering)

Proses alami yang menghancurkan batuan menjadi tanah. Sedangkan pelapukan terdiri dari 3 jenis yaitu:

a. Pelapukan biologi    : pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup

b. Pelapukan fisika      : pelapukan yang disebabkan oleh suhu dan iklim

c. Pelapukan kimia      : pelapukan yang disebabkan tercampurnya batuan dengan zat-zat kimia

2. Pengangkutan (Transportation)

Proses pelapukan dimana batuan berbentuk serpihan kecil yang kemudian terbawa oleh suatu media (air,angin dll) menuju suatu cekungan.

3. Pengendapan (Deposition)

Proses pengendapan material yang diangkut  oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Contoh :Delta hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, Sedangkan bukit pasir (sand dunes)adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.

 

4. Pembatuan (Lithification)

Proses terubahnya materi pembentuk batuan yang lepas – lepas menjadi batuan yang kompak(padat) dan keras.

Litifikasi dapat disebabkan oleh proses :

a. Cementation            : penyemenan

b. Compaction             : pemadatan

c. Desiccation : keluarnya air dari pori – pori karena pemadatan atau penguapan

d. Crystallization: pengkristalan

 

ISTILAH – ISTILAH DAN APLIKASINYA :

1. RIPPLE MARK

Salah satu struktur sedimen yang terbentuk akibat aktivitas erosi. Untuk pengertian ripple adalah suatu bentuk struktur yang menunjukkan undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir. Pembentukan struktur ini berasal dari adanya suatu arus ,misalnya arus angin membawa material pasir sebagai material transport kemudian dengan mekanisme pergerakan arus mengendapkan material pasir tadi pada bagian depan suatu ripple. Ripple mark dapat digunakan untuk menentukan arah arus dan menentukan top dan bottom.

2. CROSS BEDDING

Struktur sedimen yang dihasilkan oleh kegiatan arus air atau arus angin dengan arah yang bervariasi. Cross bedding terbentuk dalam struktur bedforms oleh gerakan sedimen akibat fluida yang mengalir. Fungsinya yaitu untuk menunjukkan pola terjadinya arah arus media  sedimentasi (air, angin, gletser, dll) pada dimana media cross bedded (batuan, tanah) pada masa lampau.

3. GRADED BEDDING

Struktur sedimen dimana terdapat gradasi ukuran butir dari kasar ke halus (dicirikan oleh perubahan sistematis butir clast atau ukuran butir dari dasar ke atas,dimana sedimen berstruktur kasar ada di dasar, semakin ke atas, semakin halus butirannya).Dan biasanya terjadi karena longsoran batuan di bawah permukaan air di daerah berlereng terjal. Fungsinya untuk menentukan ukuran butir dan untuk menentukan letak bedded top dan bottom.

4. CONVOLUTE BEDDING

Struktur sedimen yang paling tidak berstruktur dikarenakan pengaruh energy gelombang bolak – balik dan tidak menentu sehingga menghasilkan alur sedimentasi yang sulit untuk diprediksi.

5. LOAD CAST

Tanda tunggal yang terdiri dari pembengkakan dalam bentuk sedikit tonjolan, yang dalam atau dangkal bulat karung, bongkol yang menonjol, yang sangat tidak beraturan benjol, atau bulat mammillary atau penonjolan papilliform pasir atau kasar lainnya clastics, memanjang ke bawah menjadi lebih halus-halus, lembut, dan awalnya mendasari hydroplastic materi, seperti tanah liat basah, lumpur, atau gambut, yang berisi depresi awal. Aplikasinya yaitu untuk mencari lapisan atas yang lebih berat dan tebal.

6. BATU BARA

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, terutamanya dari sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Dimana prosenya telah terjadi pada waktu yang sangat lama pada masa lampau

Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), (pembentukan paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis terbentuk di belahan bumi bagian utara), Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 – 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Fungsinya sebagai bahan bakar fosil untuk keperluan sehari-hari, pembentuk kokes, bahan dasar pembentuk sebelum terbentuk.

7.BATUGAMPING

batuan sediment non klastik yang terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka calcite yang berasal dari organisme microscopic di laut dangkal. Pulau Bahama adalah sebagai contoh dari daerah dimana proses ini masih terus berlangsung hingga sekarang.

Dibawah pengaruh pressure yang tinggi, batu gamping termatomorfosakan menjadi batuan metamorf marble. Pada kondisi tertentu, kalsit yang terdapat di dalam batugamping teralterasi menjadi dolomite, berubah menjadi batuan dolomite.

 

8.BATU RIJANG

Rijang atau batu api (Bahasa Inggris: flint atau flintstone) adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin (glassy). Disebut “batu api” karena jika diadu dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.

Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping.

Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses diagenesis. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh mollusca, yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.

Sejak Zaman Batu, rijang banyak dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang, mata anak panah, pisau, kapak, dll.

9.BATUPASIR

batuan yang biasa disebut arenite,  batuan sedimen dimana bertekstur klastik dengan ukuran butirnya 1/16 sampai 2 mm,

Sebagian besar terdiri dari batu pasir kuarsa dan / atau feldspar , mineral yang paling umum terdapat di kerak bumi,Like sand, sandstone may be any color, but the most common colors are tan, brown, yellow, red, gray and white. Seperti pasir, batu pasir dapat berwarna apa saja, tapi warna yang paling umum adalah cokelat, cokelat, kuning, merah, abu-abu dan putih. Since sandstone beds often form highly visible cliffs and other topographic features, certain colors of sandstone have been strongly identified with certain regions. Karena bedding batu pasir sering membentuk tebing sangat terlihat dari fitur topograpi, warna tertentu batu pasir telah diideintikkan dengan daerah tertentu.

10.SHALE

Shale adalah batuan sedimen yang memiliki tekstur yang halus dengan ukuran butir 1/16 hingga 1/256 milimeter. Komposisi mineralnya umumnya tersusun dari mineral-mineral lempung, kuarsa, opal, kalsedon, klorit, dan bijih besi. Shale dibedakan menjadi dua tipe batuan, yaitu batu lanau dan batu lempung atau serpih. Batu lanau memiliki butiran yang berukuran anara batu pasir dan batu serpih, sedangkan batu lempung memiliki chiri khas mudah membelah dan bila dipanasi menjadi plastis.

 

 

 

 

 

 

 

Batuan Metamorf

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

BATUAN METAMORF

Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk oleh proses metamorfisme pada batuan yang telah ada sebelumnya dikarenakan bertambahnya tekanan dan temperature. Proses metamorfisme adalah proses perubahan mineral, tekstur atau struktur batuan dalam keadaan padat akibat perubahan tekanan suhu yang tinggi dalam kerak bumi tanpa perubahan komposisi kimia.

Pada proses metamorfisme dapat digolongkan menjadi :

1. Metamorfisme kontak/termal

Terjadi pada zona kontak dengan tubuh magma intrusive ataupun ekstrusif yang mempunyai tekanan 1000 – 3000 atm dan temperatur 300° C – 800° C

2. Metamorfisme dinamik/kinematik

Terjadi pada zona sesar. Dan diakibatkan oleh kenaikan tekanan.

3. Metamorfisme regional

Terjadi di daerah luas akibat orogenesis. Pada proses ini pengaruh tekanan dan temperatur berjalan bersama-sama. Proses ini terjadi di dalam kerak bumi dibawah zona pelapukan dan penyemenan, tetapi di atas zona pelelehan. Proses ini mempunyai tekanan sebesar 2000 – 13000 bars dan temperatur 200° C – 800° C

 

TEKSTUR BATUAN METAMORF

Tekstur pada batuan metamorf dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Kristaloblastik

Mineral-mineral batuan asal sudah mengalami kristalisasi kembali seluruhnya pada waktu terjadi metamorfisme. Tekstur ini masih dibagi lagi menjadi 6,yaitu :

-          Porfiroblastik         : dijumpai porfiroblast di dalam suatu massa dasar.

-          Granoblastik          : butir – butir mineral berukuran seragam.

-          Lepidoblastik         : mineral-mineral yan g sejajar dan terarah adalah mineral-mineral pipih.

-           Nematoblastik      : mineral-mineral yang sejajar dan terarah mineral-mineral prismatik.

-          Idioblastik              : mineral-mineralnya euhedral (batas kristalnya baik)

-          Xenoblastik                       : mineral-mineralnya anhedral (batas kristalnya jelek)

 

b. Relict texture / tekstur sisa

tekstur batuan metamorf yang masih menunjukkan tekstur batuan asalnya. Macam-macamnya yaitu :

-          Blastoporfiritik       : sisa tekstur porfiritik batuan asal (batuan beku) masih tampak.

-          Blastofitik              : sisa tekstur ofitik batuan asal (batuan beku) masih tampak.

 

STRUKTUR BATUAN METAMORF

1. Struktur Foliasi

Struktur batuan metamorf yang disebabkan oleh adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan. Dibedakan menjadi     :

-          Slaty cleavage,yaitu kenampakan pada batuan metamorf yang berbutir halus ditunjukkan oleh bidang belah yang sangat rapat. Nama  batuannya adalah slate (batu sabak).

-          Phyllitic, yaitu struktur yang bidangnya tidak rata dan  hampir sama dengan slaty cleavage tetapi tingkatannya lebih tinggi ditunjukkan oleh kilap sutera yang disebabkan oleh adanya mika yang sangat halus. Nama  batuannya adalah filit.

-          Schistosic, yaitu strukturnya disebabkan oleh penjajaran mineral-mineral yang pipih. Kenampakan belahannya lebih jelas dari filit sehingga lebih mudah dibelah. Nama batuannya disebut sekis.

-          Gneissic, yaitu struktur  foliasi yang diperlihatkan leh penjajaran mineral-mineral granular / berbutir kasar. Dan umumnya berupa kuarsa dan feldspar. Nama batuannya adalah gneiss.

2. StrukturNonfoliasi

Struktur batuan metamorf yang dicirikan dengan tidak adanya penjajaran mineral yang ada dalam batuan metamorf. Dan struktur ini dibedakan lagi menjadi :

-          Hornfelsik : struktur yang dimana butirnya equidimensional dan tidak menunjukkan pengarahan atau orientasi. Nama batuannya adalah hornfels.

-          Kataklistik : struktur yang terdiri dari pecahan fragmen batuan dan tidak menunjukkan arah. Misalnya breksi patahan.

-          Milonitik : butiran lebih halus dari kataklistik dan dapat dibelah.

-          Phyllonit : pecahan-pecahan atau fragmen batuan dan mineral dan butirannya lebih besar.

Hubungan tekstur dan struktur batuan metamorf dengan fase metamorfismenya adalah pada proses metamorfisme batuan yang mengalami metamorfisme akan mengalami kenaikan tekanan dan suhu dan itu menyebabkan tekstur batuan tersebut dapat terlihat dan apabila semakin kuat tekanan dan tingginya suhu maka akan menyebabkan rekristalisasi pada batuan tersebut sehingga tekstur batuan tersebut dinamakan kristoblastik yang tidak tampak tekstur batuan asalnya. Sedangkan semakin rendah tekanan dan suhunya akan mengakibatkan rekristalisasi yang tidak sempurna sehingga pada tekstur tersebut masih tampak tekstur batuan asalnya.

 

DESKRIPSI BATUAN METAMORF :

1. SLATE

Batuan ini sering juga disebut batu sabak dan butirannya sangat halus. Batu ini memperlihatkan bidang belahan dan tanpa lapisan segregasi. Dan biasanya slate berwarna abu-abu. Merupakan hasil metamorfisme regional.

2. FILIT

Filit mempunyai butiran yang halus,dan memperlihatkan schiscosity ,di batuan ini mulai tampak lapisan segregasi. Pada bidang foliasi ada kilap muskovit dan klorit,itu berasal dari batuan yang sama dengan bahan pembentuk slate. Merupakan hasilmetamorfisme regionaltingkat yang lebih tinggi.

3. GNEISS

Mempunyai struktur gneisik dan berbutir kasar. Shiscosity tidak baik karena banyak mineral kuarts dan feldspar dibandingkan dengan mineral pipih. Merupakan hasil metamorfisme regional fasies tinggi.

4. SEKIS

Pada sekis foliasinya jelas sekali. Terdiri dari lapisan segregasi kuarts,feldspar dan mineral pipih seperti biotit dan muskovit. Merupakan hasil metamorfisme kinetik bertekanan tinggi

5. FILONIT

Secara megaskopik tampak seperti filit tetapi terbentuk seperti milonit oleh granulasi batuan asal yang lebih kasar dan sudah ada rekristalisasi. Biasanya berwarna abu-abu mengkilap karena adanya mika. Shiscosity filonit jelas dan banyak mengandung sirisit.

6. MILONIT

Merupakan hasil metamorfisme kataklistik dan mempunyai butiran yang halus   ( < 1mm) dan biasanya seperti breksi.

7. MARBLE

Sering juga disebut marmer . Merupakan batu metamorf non-foliasi  dan merupakan hasil metamorfisme dari batu kapur. Marble atau marmer berstruktur hornfels. Disebut juga hornfels kalsit karena penyusunnya mineral kalsit.

8. KUARSIT

Kuarsit merupakan batu metamorf non-foliasi dan merupakan hasil metamorfisme dari batu pasir. Kuarsit berstruktur hornfelsik. Kuarsit juga disebut dengan hornfels kuarts karena penyusun utamanya adalah kuarts.

9. HORNFELS

Hornfels berstruktur hornfelsik dan merupakan hasil metamorfisme termal. Hornfels mempunyai butiran yang halus dan merupakan batu metamorf non-foliasi. Hornfels adalah batuan yang terbakar oleh suhu yang sangat tinggi ,dan biasanya terjadi di magma.

10. SERPENTINIT

Serpentinit merupakan batuan metamorf yang memiliki komposisi mineral yang hampir seluruhnya berupa mineral kelompok serpentin. Kadang-kadang  dijumpai mineral-mineral lain seperti klorit, talk, dan karbonat yang umumnya bewarna hijau.

Foto Geologi -Stereoskop-

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

STEREOSKOP

Stereoskop adalah alat untuk melihat foto yang bertampalan agar nampak seperti tiga dimensi.

Macam – macam stereoskop, yaitu :

Stereoskop Saku

Stereoskop yang berukuran kecil , stereoskop ini terdiri dari lensa convex yang sederhana, dan mempunyai faktor perbesaran yang cukup besar. Bagian – bagian dari stereoskop ini meliputi lensa cembung dan tiang penyangga. Kelebihan stereoskop ini adalah harganya yang murah, praktis dapat dibawa kemana – mana, faktor perbesarannya cukup besar. Kekurangan dari stereoskop ini adalah daerah yang bisa diamati sangat terbatas.

Stereoskop Cermin

Stereoskop yang digunakan untuk melihat foto yang bertampalan yang berukuran lebih besar daripada stereoskop saku. Bagian – bagian dari stereoskop ini meliputi lensa cembung, sepasang prisma/cermin, cermin perak, tiang penyangga, lensa binokuler. Kelebihan dari stereoskop ini adalah dapat melakukan perbesaran dengan penambahan lensa binokuler, daerah yang diamati lebih luas daripada stereoskop saku, dan dapat menampakkan satu lembar foto udara secara penuh. Kekurangan stereoskop ini adalah ukurannya yang besarsehingga tidak praktis, harga relatif mahal, jika ditambahkan dengan binokuler maka akan memperkecil daerah yang diamati.

Stereoskop Kembar

Stereoskop yang memiliki dua lensa di sisi kanan kirinya sehingga pengamatan dapat dilakukan oleh dua orang. Bagian – bagian dari stereoskop ini adalah dua set lensa pada bagian kanan dan kirinya, tiang penyangga. Kelebihan dari stereoskop ini adalah pengamatan dapat dilakukan oleh dua orang secara bersamaan, daerah pengamatan besar. Sedangkan kekurangan dari stereoskop ini adalah tidak praktis, perbesarannya tidak cukup besar karena hanya 1,5 kali hingga 3 kali saja.

Stereoskop Prisma Tunggal

Stereoskop yang hanya dilengkapi oleh lensa prisma tunggal.  Bagian – bagian dari stereoskop ini adalah tiang penyangga, lembaran penyangga, lensa cembung dan prisma. Kelebihan dari stereoskop ini adalah dapat melihat gambar yang perpisahannya besar dari jarak interocular. Sedangkan kekurangannya adalah perbesarannya kurang.

Stereoskop Mikroskopik

Stereoskop yang mempunyai perbesaran yang sangat besar dan hampir sama dengan mikroskop. Stereoskop ini dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Stereoskop Zoom

Stereoskop yang lensanya dapat diganti – ganti untuk perbesaran yang berbeda – beda. Bagian – bagian stereoskop ini adalah sepasang cermin/prisma, sepasang lensa, cermin pada tiap kaki. Kelebihan stereoskop ini adalah perbesaran sangat besar, pasangan foto stereonya dapat diputar sejauh 360°, dan bila terkena cahaya akan lebih memperjelas gambar. Sedangkan kekurangan dari stereoskop ini adalah bila tidak terkena cahaya gambar yang dihasilkan akan tidak kelihatan.

  • Interpretoskop

Stereoskop modern yang sudah menggunakan komputer. Kelebihan dari interpretoskop adalah hasil lebih akurat karena terkomputerisasi. Kekurangan pada interpretoskop adalah ukurannya yang besar dan membutuhkan listrik disaat pemakaiannya.