Batuan Beku

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

 

  1. Klasifikasi Batuan Beku Menurut Fenton

Seperti yang kita ketahui, batuan beku berbeda-beda pada tekstur dan pada kedalaman saat pembekuan. Dari keterangan tersebut, batuan beku dapat dibagi menjadi kelompok menurut tekstur dan tempat pembentukannya.

a)      Kelompok batuan beku berbutir kasar didominasi oleh batuan-batuan yang pembekuannya jauh di dalam tanah, pada kelompok ini kristal-kristalnya dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Contohnya adalah batu granit dan diorite.

b)      Kelompok batuan  berbutir halus memadat di permukaan atau sangat dekat dengan permukaan, pada kelompok ini kristal-kristal pada batuan tidak dapat terlihat tanpa bantuan mikroskop. Contoh batuan berbutir halus adalah rhiolit dan basal.

c)      Kelompok batuan seperti kaca atau hampir tidak berbutir, pada umumnya mengeras pada permukaan aliran lava. Batuan ini terjadi karena lava mendingin dengan sangat cepat sehingga mineral-mineral tidak dapat mengkristal. Hal ini mungkin terjadi saat magma atau lava bersentuhan dengan material yang lebih dingin pada permukaan bumi. Contoh batuan yang seperti kaca adalah obsidian dan batu apung.

d)     Kelompok batuan fragmental, adalah batuan yang terlempar keluar oleh letusan yang keras. Kebanyakan batuan ini mengandung pecahan-pecahan seperti kaca. Batuan fragmental terdiri dari banyak butiran atau pecahan yang telah disatukan oleh panas dari letusan gunung berapi. Contoh batuan fragmental adalah tuff dan volcanic breccias.

  1. Menurut Russell B. Travis (1955)

Dalam klasifikasi ini tekstur batuan beku yang berdasarkan pada ukuran butir mineralnya dapat dibagi menjadi:

a)      Batuan dalam

Bertekstur faneritik yang berarti mineral-mineral yang menyusun batuan tersebut dapat dilihat dengan mata biasa tanpa bantuan alat pembesar. Terbentuk kurang lebih 3 – 4 km di bawah permukaan bumi, dan batuan dalam sering disebut juga batuan plutonik atau batuan abisik. Struktur kristalnya adalah holokristalin atau berhablur penuh. Contoh batuannya adalah gabbro dan granodiorit.

 

b)      Batuan gang

Bertekstur porfiritik dengan masa dasar faneritik atau bertekstur porfiritik dengan masa dasar afanitik. Terbentuk dalam celah-celah atau retak-retak kulit bumi, pada jalan magma menuju permukaan bumi. Batuan gang sering disebut juga batuan hypoabisik dan struktur kristalnya adalah holkristalin dan porfir atau amorf. Contoh batuannya adalah diorite porfiri dan granit porfiri.

c)      Batuan lelehan

Bertekstur afanitik, yaitu individu mineralnya tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Terbentuk melalui pembekuan tiba-tiba ketika magma sampai ke permukaan bumi dan berubah menjadi lava yang langsung menjadi padat karena pendinginan dari lingkungan. Sedangkan batuan lelehan memiliki struktui kristal yang kecil-kecil atau bahkan tidak mempunyai bentuk Kristal (amorf). Contoh batuannya adalah batu riolit dan obsidian.

Piramida klasifikasi batuan beku menurut R. B. Travis

Kelebihan dari klasifikasi Russel B. Travis adalah akan lebih dapat mencerminkan sejarah pembentukan batuan daripada atas dasar kimia.

 

  1. Klasifikasi Batuan Beku Menurut Hamblin dan Howard

Sistem yang paling berguna dan signifikan dalam pengklasifikasian batuan beku, didasarkan oleh dua kriteria yaitu: komposisi dan tekstur. Pentingnya kriteria tersebut tidak hanya terletak pada kegunaan untuk mendeskripsikan batuan sehingga bisa dibedakan dengan batuan tipe lain, tetapi juga penting dalam pengertian umum. Pada komposisi mineral terdapat  petunjuk-petunjuk penting mengenai sifat dasar magma, dan tekstur menunjukkan sejarah pendinginan.

Kira-kira 99% dari dari sebagian besar batuan beku tersusun hanya dari 8 elemen, yaitu oksigen, kalsium, alumunium, silikon, sodium, magnesium, dan potassium. Sebagian besar dari elemen terebut masuk ke dalam struktur kristal pembentuk batu silikat dan membentuk feldspar, amphibole, kuarsa, mika, piroksen, olivine, dan amphibole. Keenam mineral ini terdapat pada 95% volume dari semua batuan-batuan beku dan yang terpenting adalah untuk mempelajari klasifikasi dan asal batuan beku.

Tekstur batuan beku dibagi dalam beberapa tipe berikut:

a)      Faneritik, pada tekstur ini terdapat kristal besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

b)      Porfiritik-faneritik tekstur, tekstur ini dikarakteriskan oleh 2 kristal, yang keduanya bisa dilihat dengan mata telanjang.

c)      Afanitik, pada tekstur ini kristal-kristalnya sangat kecil sehingga tidak bisa dideteksi tanpa bantuan mikroskop.

d)     Porfiritik-afanitik, tekstur ini adalah salah satu  yang mana fenokris berkumpul dalam matriks afanitik.

e)      Seperti kaca, tekstur ini mirip dengan kaca biasa. Hal ini mungkin dalam unit yang besar.

f)       Fragmental, tekstur ini terdiri dari pecahan kaku yang mengeluarkan material beku yang berkisar dari blok-blok besar hingga debu halus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s