Batuan Metamorf

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

BATUAN METAMORF

Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk oleh proses metamorfisme pada batuan yang telah ada sebelumnya dikarenakan bertambahnya tekanan dan temperature. Proses metamorfisme adalah proses perubahan mineral, tekstur atau struktur batuan dalam keadaan padat akibat perubahan tekanan suhu yang tinggi dalam kerak bumi tanpa perubahan komposisi kimia.

Pada proses metamorfisme dapat digolongkan menjadi :

1. Metamorfisme kontak/termal

Terjadi pada zona kontak dengan tubuh magma intrusive ataupun ekstrusif yang mempunyai tekanan 1000 – 3000 atm dan temperatur 300° C – 800° C

2. Metamorfisme dinamik/kinematik

Terjadi pada zona sesar. Dan diakibatkan oleh kenaikan tekanan.

3. Metamorfisme regional

Terjadi di daerah luas akibat orogenesis. Pada proses ini pengaruh tekanan dan temperatur berjalan bersama-sama. Proses ini terjadi di dalam kerak bumi dibawah zona pelapukan dan penyemenan, tetapi di atas zona pelelehan. Proses ini mempunyai tekanan sebesar 2000 – 13000 bars dan temperatur 200° C – 800° C

 

TEKSTUR BATUAN METAMORF

Tekstur pada batuan metamorf dibagi menjadi 2 yaitu :

a. Kristaloblastik

Mineral-mineral batuan asal sudah mengalami kristalisasi kembali seluruhnya pada waktu terjadi metamorfisme. Tekstur ini masih dibagi lagi menjadi 6,yaitu :

–          Porfiroblastik         : dijumpai porfiroblast di dalam suatu massa dasar.

–          Granoblastik          : butir – butir mineral berukuran seragam.

–          Lepidoblastik         : mineral-mineral yan g sejajar dan terarah adalah mineral-mineral pipih.

–           Nematoblastik      : mineral-mineral yang sejajar dan terarah mineral-mineral prismatik.

–          Idioblastik              : mineral-mineralnya euhedral (batas kristalnya baik)

–          Xenoblastik                       : mineral-mineralnya anhedral (batas kristalnya jelek)

 

b. Relict texture / tekstur sisa

tekstur batuan metamorf yang masih menunjukkan tekstur batuan asalnya. Macam-macamnya yaitu :

–          Blastoporfiritik       : sisa tekstur porfiritik batuan asal (batuan beku) masih tampak.

–          Blastofitik              : sisa tekstur ofitik batuan asal (batuan beku) masih tampak.

 

STRUKTUR BATUAN METAMORF

1. Struktur Foliasi

Struktur batuan metamorf yang disebabkan oleh adanya penjajaran mineral-mineral penyusun batuan. Dibedakan menjadi     :

–          Slaty cleavage,yaitu kenampakan pada batuan metamorf yang berbutir halus ditunjukkan oleh bidang belah yang sangat rapat. Nama  batuannya adalah slate (batu sabak).

–          Phyllitic, yaitu struktur yang bidangnya tidak rata dan  hampir sama dengan slaty cleavage tetapi tingkatannya lebih tinggi ditunjukkan oleh kilap sutera yang disebabkan oleh adanya mika yang sangat halus. Nama  batuannya adalah filit.

–          Schistosic, yaitu strukturnya disebabkan oleh penjajaran mineral-mineral yang pipih. Kenampakan belahannya lebih jelas dari filit sehingga lebih mudah dibelah. Nama batuannya disebut sekis.

–          Gneissic, yaitu struktur  foliasi yang diperlihatkan leh penjajaran mineral-mineral granular / berbutir kasar. Dan umumnya berupa kuarsa dan feldspar. Nama batuannya adalah gneiss.

2. StrukturNonfoliasi

Struktur batuan metamorf yang dicirikan dengan tidak adanya penjajaran mineral yang ada dalam batuan metamorf. Dan struktur ini dibedakan lagi menjadi :

–          Hornfelsik : struktur yang dimana butirnya equidimensional dan tidak menunjukkan pengarahan atau orientasi. Nama batuannya adalah hornfels.

–          Kataklistik : struktur yang terdiri dari pecahan fragmen batuan dan tidak menunjukkan arah. Misalnya breksi patahan.

–          Milonitik : butiran lebih halus dari kataklistik dan dapat dibelah.

–          Phyllonit : pecahan-pecahan atau fragmen batuan dan mineral dan butirannya lebih besar.

Hubungan tekstur dan struktur batuan metamorf dengan fase metamorfismenya adalah pada proses metamorfisme batuan yang mengalami metamorfisme akan mengalami kenaikan tekanan dan suhu dan itu menyebabkan tekstur batuan tersebut dapat terlihat dan apabila semakin kuat tekanan dan tingginya suhu maka akan menyebabkan rekristalisasi pada batuan tersebut sehingga tekstur batuan tersebut dinamakan kristoblastik yang tidak tampak tekstur batuan asalnya. Sedangkan semakin rendah tekanan dan suhunya akan mengakibatkan rekristalisasi yang tidak sempurna sehingga pada tekstur tersebut masih tampak tekstur batuan asalnya.

 

DESKRIPSI BATUAN METAMORF :

1. SLATE

Batuan ini sering juga disebut batu sabak dan butirannya sangat halus. Batu ini memperlihatkan bidang belahan dan tanpa lapisan segregasi. Dan biasanya slate berwarna abu-abu. Merupakan hasil metamorfisme regional.

2. FILIT

Filit mempunyai butiran yang halus,dan memperlihatkan schiscosity ,di batuan ini mulai tampak lapisan segregasi. Pada bidang foliasi ada kilap muskovit dan klorit,itu berasal dari batuan yang sama dengan bahan pembentuk slate. Merupakan hasilmetamorfisme regionaltingkat yang lebih tinggi.

3. GNEISS

Mempunyai struktur gneisik dan berbutir kasar. Shiscosity tidak baik karena banyak mineral kuarts dan feldspar dibandingkan dengan mineral pipih. Merupakan hasil metamorfisme regional fasies tinggi.

4. SEKIS

Pada sekis foliasinya jelas sekali. Terdiri dari lapisan segregasi kuarts,feldspar dan mineral pipih seperti biotit dan muskovit. Merupakan hasil metamorfisme kinetik bertekanan tinggi

5. FILONIT

Secara megaskopik tampak seperti filit tetapi terbentuk seperti milonit oleh granulasi batuan asal yang lebih kasar dan sudah ada rekristalisasi. Biasanya berwarna abu-abu mengkilap karena adanya mika. Shiscosity filonit jelas dan banyak mengandung sirisit.

6. MILONIT

Merupakan hasil metamorfisme kataklistik dan mempunyai butiran yang halus   ( < 1mm) dan biasanya seperti breksi.

7. MARBLE

Sering juga disebut marmer . Merupakan batu metamorf non-foliasi  dan merupakan hasil metamorfisme dari batu kapur. Marble atau marmer berstruktur hornfels. Disebut juga hornfels kalsit karena penyusunnya mineral kalsit.

8. KUARSIT

Kuarsit merupakan batu metamorf non-foliasi dan merupakan hasil metamorfisme dari batu pasir. Kuarsit berstruktur hornfelsik. Kuarsit juga disebut dengan hornfels kuarts karena penyusun utamanya adalah kuarts.

9. HORNFELS

Hornfels berstruktur hornfelsik dan merupakan hasil metamorfisme termal. Hornfels mempunyai butiran yang halus dan merupakan batu metamorf non-foliasi. Hornfels adalah batuan yang terbakar oleh suhu yang sangat tinggi ,dan biasanya terjadi di magma.

10. SERPENTINIT

Serpentinit merupakan batuan metamorf yang memiliki komposisi mineral yang hampir seluruhnya berupa mineral kelompok serpentin. Kadang-kadang  dijumpai mineral-mineral lain seperti klorit, talk, dan karbonat yang umumnya bewarna hijau.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s