Batuan Sedimen

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil rombakan batuan yang sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas maupun organism yang diendapkan pada cekungan sedimentasi yang kemudian mengalami pembatuan. Komposisi mineral – mineral yang umum dijumpai pada batuan sedimen antara lain : kuarsa, feldspar, kalsit, dolomite, mika dan mineral lempung. Batuan sedimen terjadi dari proses pembatuan atau litifikasi hancuran batuan lain atau litifikasi hasil reaksi kimia atau biokimia.

Pembatuan atau litifikasi adalah proses terubahnya materi pembentuk batuan yang lepas – lepas menjadi batuan yang kompak(padat) dan keras.

Litifikasi dapat disebabkan oleh proses :

1. cementation             : penyemenan

2. compaction : pemadatan

3. desiccation : keluarnya air dari pori – pori karena pemadatan atau penguapan

4. crystallization: pengkristalan

Cara pembentukan batuan sedimen :

1. Pelapukan (Weathering)

Proses alami yang menghancurkan batuan menjadi tanah. Sedangkan pelapukan terdiri dari 3 jenis yaitu:

a. Pelapukan biologi    : pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup

b. Pelapukan fisika      : pelapukan yang disebabkan oleh suhu dan iklim

c. Pelapukan kimia      : pelapukan yang disebabkan tercampurnya batuan dengan zat-zat kimia

2. Pengangkutan (Transportation)

Proses pelapukan dimana batuan berbentuk serpihan kecil yang kemudian terbawa oleh suatu media (air,angin dll) menuju suatu cekungan.

3. Pengendapan (Deposition)

Proses pengendapan material yang diangkut  oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Contoh :Delta hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, Sedangkan bukit pasir (sand dunes)adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.

 

4. Pembatuan (Lithification)

Proses terubahnya materi pembentuk batuan yang lepas – lepas menjadi batuan yang kompak(padat) dan keras.

Litifikasi dapat disebabkan oleh proses :

a. Cementation            : penyemenan

b. Compaction             : pemadatan

c. Desiccation : keluarnya air dari pori – pori karena pemadatan atau penguapan

d. Crystallization: pengkristalan

 

ISTILAH – ISTILAH DAN APLIKASINYA :

1. RIPPLE MARK

Salah satu struktur sedimen yang terbentuk akibat aktivitas erosi. Untuk pengertian ripple adalah suatu bentuk struktur yang menunjukkan undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir. Pembentukan struktur ini berasal dari adanya suatu arus ,misalnya arus angin membawa material pasir sebagai material transport kemudian dengan mekanisme pergerakan arus mengendapkan material pasir tadi pada bagian depan suatu ripple. Ripple mark dapat digunakan untuk menentukan arah arus dan menentukan top dan bottom.

2. CROSS BEDDING

Struktur sedimen yang dihasilkan oleh kegiatan arus air atau arus angin dengan arah yang bervariasi. Cross bedding terbentuk dalam struktur bedforms oleh gerakan sedimen akibat fluida yang mengalir. Fungsinya yaitu untuk menunjukkan pola terjadinya arah arus media  sedimentasi (air, angin, gletser, dll) pada dimana media cross bedded (batuan, tanah) pada masa lampau.

3. GRADED BEDDING

Struktur sedimen dimana terdapat gradasi ukuran butir dari kasar ke halus (dicirikan oleh perubahan sistematis butir clast atau ukuran butir dari dasar ke atas,dimana sedimen berstruktur kasar ada di dasar, semakin ke atas, semakin halus butirannya).Dan biasanya terjadi karena longsoran batuan di bawah permukaan air di daerah berlereng terjal. Fungsinya untuk menentukan ukuran butir dan untuk menentukan letak bedded top dan bottom.

4. CONVOLUTE BEDDING

Struktur sedimen yang paling tidak berstruktur dikarenakan pengaruh energy gelombang bolak – balik dan tidak menentu sehingga menghasilkan alur sedimentasi yang sulit untuk diprediksi.

5. LOAD CAST

Tanda tunggal yang terdiri dari pembengkakan dalam bentuk sedikit tonjolan, yang dalam atau dangkal bulat karung, bongkol yang menonjol, yang sangat tidak beraturan benjol, atau bulat mammillary atau penonjolan papilliform pasir atau kasar lainnya clastics, memanjang ke bawah menjadi lebih halus-halus, lembut, dan awalnya mendasari hydroplastic materi, seperti tanah liat basah, lumpur, atau gambut, yang berisi depresi awal. Aplikasinya yaitu untuk mencari lapisan atas yang lebih berat dan tebal.

6. BATU BARA

Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, terutamanya dari sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Dimana prosenya telah terjadi pada waktu yang sangat lama pada masa lampau

Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), (pembentukan paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis terbentuk di belahan bumi bagian utara), Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 – 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Fungsinya sebagai bahan bakar fosil untuk keperluan sehari-hari, pembentuk kokes, bahan dasar pembentuk sebelum terbentuk.

7.BATUGAMPING

batuan sediment non klastik yang terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka calcite yang berasal dari organisme microscopic di laut dangkal. Pulau Bahama adalah sebagai contoh dari daerah dimana proses ini masih terus berlangsung hingga sekarang.

Dibawah pengaruh pressure yang tinggi, batu gamping termatomorfosakan menjadi batuan metamorf marble. Pada kondisi tertentu, kalsit yang terdapat di dalam batugamping teralterasi menjadi dolomite, berubah menjadi batuan dolomite.

 

8.BATU RIJANG

Rijang atau batu api (Bahasa Inggris: flint atau flintstone) adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin (glassy). Disebut “batu api” karena jika diadu dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.

Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping.

Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses diagenesis. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh mollusca, yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.

Sejak Zaman Batu, rijang banyak dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang, mata anak panah, pisau, kapak, dll.

9.BATUPASIR

batuan yang biasa disebut arenite,  batuan sedimen dimana bertekstur klastik dengan ukuran butirnya 1/16 sampai 2 mm,

Sebagian besar terdiri dari batu pasir kuarsa dan / atau feldspar , mineral yang paling umum terdapat di kerak bumi,Like sand, sandstone may be any color, but the most common colors are tan, brown, yellow, red, gray and white. Seperti pasir, batu pasir dapat berwarna apa saja, tapi warna yang paling umum adalah cokelat, cokelat, kuning, merah, abu-abu dan putih. Since sandstone beds often form highly visible cliffs and other topographic features, certain colors of sandstone have been strongly identified with certain regions. Karena bedding batu pasir sering membentuk tebing sangat terlihat dari fitur topograpi, warna tertentu batu pasir telah diideintikkan dengan daerah tertentu.

10.SHALE

Shale adalah batuan sedimen yang memiliki tekstur yang halus dengan ukuran butir 1/16 hingga 1/256 milimeter. Komposisi mineralnya umumnya tersusun dari mineral-mineral lempung, kuarsa, opal, kalsedon, klorit, dan bijih besi. Shale dibedakan menjadi dua tipe batuan, yaitu batu lanau dan batu lempung atau serpih. Batu lanau memiliki butiran yang berukuran anara batu pasir dan batu serpih, sedangkan batu lempung memiliki chiri khas mudah membelah dan bila dipanasi menjadi plastis.

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s