Materi Mineral Optik

Posted: November 15, 2010 in Uncategorized

Mineral Pembentuk batuan Beku

KUARSA

  • Warna : colourless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : anhedral
  • Belahan : tidak ada
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : sangat rendah.
  • Warna Interferensi : putih/sedikit kuning orde pertama
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : parallel, 00
  • Kembaran : tidak dapat teramati
  • Dwi bias : nγ – nα = 0,009
  • Sifat pembeda : relief rendah, dwi bias rendah, tidak ada belahan, uniaxial positif
  • Keterdapatan : dapatditemukan pada batuan beku,sedimen dan metamorf

 

 

ORTHOKLAS

 

  • Warna : colourless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : hadir dalam bentuk fenokris, sub-anhedral
  • Belahan : satu arah
  • Indeks bias : n < n balsam.
  • Relief : rendah.
  • Warna Interferensi : putih & abu-abu orde pertama
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : parallel, 00 – 120
  • Kembaran : Carlsbad
  • Dwi bias : nγ – nα = 0,008
  • Sifat pembeda : relief rendah, intermediet 2V, kembaran Carlsbad, berkas seperti awan,
  • Keterdapatan : granite, granodiorite, syenite, and batuan felsic, arkoses and  batuan metamorf kontak dan regional

PLAGIOKLAS

 

  • Warna : colourless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : euhedra atau anhedra, tabular
  • Belahan : dua arah
  • Indeks bias : n < n balsam.
  • Relief : rendah.
  • Warna Interferensi : putih & abu-abu orde pertama
  • Gelapan : inclined
  • Sudut gelapan : 120 – 190
  • Kembaran : polysintetic
  • Dwi bias : nγ – nα = 0.007-0.013
  • Sifat pembeda : relief rendah, kembaran polysintetic, biaxial,
  • Keterdapatan : semua jenis batuan beku dan metamorf, kadang dalam batuan sedimen

 

 

HIPERSTENE

 

  • Warna : tak berwarna sampai hijau pupus atau merah pupus.
  • Pleokroisme : trikroid
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : prismatik subhedral
  • Belahan : 1 arah
  • Indeks bias : n > n balsam..
  • Relief : tinggi.
  • Warna Interferensi : kuning-merah orde pertama
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : parallel, 00
  • Kembaran : parang ada
  • Dwi bias : nγ – nα = 0,010 – 0,016
  • Sifat pembeda : pleokroisme pada hiperstene. Mirip dengan andalusit tetapi mineral hiperstene panjang – lambat sedangkan andalusit panjang – cepat.
  • Keterdapatan : umumnya ditemukan pada batuan beku basa, pada batuan metamorfik regional high grade.

 

 

ENSTANTITE

 

  • Warna : colourless
  • Pleokroisme : trikroid
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : prismatik
  • Belahan : dua arah (88 dan 92)
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : tinggi.
  • Warna Interferensi : hijau muda orde pertama
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : parallel, 00
  • Kembaran : jarang
  • Dwi bias : nγ – nα = 0,008 – 0,009
  • Sifat pembeda : dibedakan dari hiperstene yaitu tidak adanya pleokroisme sedangkan dari piroksen monoklinik adalah gelapan yang parallel.
  • Keterdapatan : umumnya ditemukan pada batuan beku basa, pada batuan metamorfik regional high grade.

 

AUGITE

 

  • Warna : colourless, hijau pupus
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : prismatik pendek anhedral
  • Belahan : 2 arah (87 dan 93)
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : tinggi.
  • Warna Interferensi : biaxial positif
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : 360-450
  • Kembaran : polisintetik
  • Dwi bias : sedang, nγ – nα = 0,021 – 0,025
  • Sifat pembeda : bedanya dengan diopsite adalah warnanya yang lebih gelap.
  • Keterdapatan : umumnya ditemukan pada batuan beku subsilisik, seperti auganit, gabro, basalt, olivine, limburgit, peridotit, andesit piroksin, juga pada gneiss dan granulit pada tingkat metamorfisme tingggi.

 

DIOPSIDE

 

  • Warna : colourless sampai hijau pupus
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : prismatik subhedral
  • Belahan : 2 arah (87 dan 93)
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : tinggi.
  • Warna Interferensi : lebih besar dari orde kedua
  • Gelapan : paralel
  • Sudut gelapan : sudut gelapan maksimum pada bidang yang memotong parallel sumbu c dari -370 – -440. Pada arah yang menyilang sudut gelapan simetris dengan bidang belahan.
  • Kembaran : jarang ada
  • Dwi bias : nγ – nα = 0.018-0.034
  • Sifat pembeda : biaxial, warna nya hijau terang, belahan
  • Keterdapatan : umumnya ditemukan pada batuan beku basa.

 

HORNBLENDA

 

  • Warna : coklat atau hijau
  • Pleokroisme : kuning – hijau, biru – hijau, hijau, coklat
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : prismatik
  • Belahan : dua arah {110} pada 56o dan 124o.
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : agak tinggi.
  • Warna Interferensi : lebih besar dari orde kedua
  • Gelapan : inclined
  • Kembaran : jarang ada
  • Dwi bias : nγ – nα = 0.014-0.034
  • Sifat pembeda : biaxial, warna nya hijau terang, belahan
  • Keterdapatan : umumnya ditemukan pada batuan beku basa.

 

 

 

 

BIOTIT

 

  • Warna : coklat, hijau kecoklatan atau coklat kemerahan
  • Pleokroisme : colorless, light tan, coklat kehijauan pupus, pale hijau pupus, brown, hijau tua, merah tua – coklat
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : tabular, euhedra
  • Belahan : satu arah
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : sedang – tinggi.
  • Warna Interferensi : hingga sampai orde ketiga-keempat
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : mungkin ada
  • Dwi bias : kuat, nγ – nα = 0,033 – 0,059
  • Sifat pembeda : biaxial, warna lebih gelap, gelapan “bird – eye”, gelapannya mendekati paralel, micaceous habit
  • Keterdapatan : tersebar luas pada batuan beku dan metamorf, dijumpai dentrital pada batuan sedimen

 

 

MUSKOVIT

  • Warna : colorless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : tabular, euhedra
  • Belahan : satu arah
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : sedang
  • Warna Interferensi : kebiruan-kehijauan orde kedua
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : jarang ada
  • Dwi bias : kuat, nγ – nα = 0,037 – 0,041
  • Sifat pembeda : biaxial, colorless, gelapan “bird – eye”, gelapannya paralel
  • Keterdapatan : tersebar luas pada batuan beku dan metamorf, dijumpai dentrital pada batuan sedimen

 

 

OLIVIN

 

  • Warna : colorless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent -transparan
  • Bentuk : anhedra (batuan intrusif), euhedra (batuan vulkanik)
  • Belahan : tidak teramati
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : tinggi
  • Warna Interferensi : hingga orde ketiga
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : terkadang ada
  • Dwi bias : kuat, nγ – nα = 0,037 – 0,041
  • Sifat pembeda : dwibias lebih lemah, gelapan oblique
  • Keterdapatan : basalt, gabbro, peridotit, dunit

 

 

BRUSIT

  • Warna : colorless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : fibrous
  • Belahan : satu arah,
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : sedang
  • Warna Interferensi : kuning dan oranye orde pertama
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : terkadang ada
  • Dwi bias : sedang, nγ – nα = 0,019
  • Sifat pembeda : belahan, anomali interferensi warna
  • Keterdapatan : serpentinit, batuan metamorf kalsit-brusit

 


MAGNETIT

  • Warna : hitam
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : opaque
  • Bentuk : euhedra – anhedra
  • Belahan : tidak ada
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : tinggi
  • Kilap : logam
  • Kembaran : tidak ada
  • Keterdapatan : batuan beku dan metamorf

 

 

SANIDIN

  • Warna : colorless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : subhedra – anhedra
  • Belahan : satu arah,
  • Indeks bias : n < n balsam.
  • Relief : rendah
  • Warna Interferensi : putih orde pertama
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : kembaran Carlsbad
  • Dwi bias : lemah, nγ – nα = 0,005 – 0,008
  • Sifat pembeda : sudut axial kecil, bersih (tidak ada berkas awan)
  • Keterdapatan : rhyolite, tracyte, tuff,

MIKROKLIN

  • Warna : colorless
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : subhedra – anhedra
  • Belahan : satu arah,
  • Indeks bias : n < n balsam.
  • Relief : rendah
  • Warna Interferensi : putih orde pertama
  • Gelapan : parallel
  • Kembaran : kembaran polysinthetic
  • Dwi bias : lemah, nγ – nα = 0,007
  • Sifat pembeda : kembaran polysinthetic
  • Keterdapatan : granit, syenite, gneiss, batupasir, arkose

 

 

 

GARNET

  • Warna : umumnya colorless, kemerahan, abu-abu kehijauan
  • Pleokroisme : tidak ada
  • Ketembusan Cahaya : translucent
  • Bentuk : eubhedra – subhedra
  • Belahan : tidak ada
  • Indeks bias : n > n balsam.
  • Relief : sangat tinggi
  • Warna Interferensi : tidak ada
  • Gelapan : tidak ada
  • Kembaran : tidak ada
  • Dwi bias : lemah
  • Sifat pembeda : bentuk butiran, relief tinggi, karakter isotropik
  • Keterdapatan : pegmatit, skis, kuarsit

 


PERBEDAAN

MINERAL

FAKTOR

KUARSA SANIDIN ORTHOKLAS
Belahan Tidak ada Satu arah Satu arah
Bercak clear clear cloudy
Kembaran Tidak ada Carlsbad Carlsbad
MINERAL

FAKTOR

MIKROKLIN SANIDIN ORTHOKLAS
Keterdapatan Batuan Beku Asam Pluton Batuan Beku Asam Vulkanik Batuan Beku Asam Pluton
Bercak cloudy clear cloudy
Kembaran Polysinthetic Carlsbad Carlsbad

MINERAL

FAKTOR

Orthopiroksen Klinopiroksen
Belahan Dua arah Tidak begitu tampak
Dwibias Lebih rendah Lebih tinggi
Relief Sedang – tinggi tinggi
Figure Optic Sign 2V tinggi 2V rendah
Warna Pucat, pleokroisme lemah Hijau pupus

MINERAL

FAKTOR

Biotit Hornblenda
Belahan Satu arah Dua arah
Pleokroisme Hijau pucat Kuning – hijau
Relief Sedang – tinggi tinggi
Bentuk Tabular / pipih Prismatik
Warna Lebih gelap Hijau terang

MINERAL

FAKTOR

Biotit Muskovit
Relief Sedang – tinggi sedang
Warna Lebih gelap colorless

MINERAL

FAKTOR

Olivin Piroksen
Belahan Satu arah Dua arah
Gelapan oblique parallel
Relief tinggi Sedang – tinggi
Warna Lebih terang – colorless Hijau pupus – coklat

MINERAL

FAKTOR

Olivin Kuarsa
Dwi bias tinggi rendah
Gelapan oblique parallel
Relief tinggi sangat rendah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MINERAL

FAKTOR

Plagioklas Orthoklas
Belahan dua arah satu arah
Kembaran polysinthetic Carlsbad
Keterdapatan Hampir semua jenis batuan Batuan asam

 

 

 

 

 

Reaksi Bowen

Reaksi bowen terkenal dengan urutan mineral yang tergabung dalam kelompok diskontinu artinya selalu ada perubahan mineral setiap terjadi alterasi dan tidak dapat terbentuk mineral yang awal, contoh olivin teralterasi menjadi piroksen namun piroksen tidak dapat teralterasi menjadi olivin dan seterusnya. Kelompok kontinu yaitu semua golongan plagioklas yang memiliki unsur Ca terbanyak hingga unsur Na terbanyak,menunjukkan tingkat keasaman maupun tingkat kebasaan plagioklas itu sendiri dari anortit hingga albit. Reaksi bowen juga menunjukkan tingkat kestabilan mineral pada suhu tertentu misal untuk olivin akan stabil pada suhu tinggi sedangkan kuarsa akan stabil pada suhu rendah. Sebenarnya dari reaksi bowen kita dapat menentukan asosiasi mineral dalam batuan, dari batuan asam, intermediet hingga ke basa sekalipun. Asosiasi mineral asam akan kita jumpai mineral kuarsa, orthoklas yang biasa disebut grup K-feldspar, muskovit, horblenda dan biotit. Asosiasi mineral yang tergolong intermediet akan kita jumpai plagioklas jenis labradorit dan andesin dalam jumlah yang melimpah, kemudian horblenda dan piroksen. Sedangkan asosiasi mineral basa akan sering dijumpai piroksen dan olivin dan plagioklas jenis anortit dan bytownit. Dari pengelompokan mineral bedasarkan asosiasi nya dapat pula kita implementasikan ke dalam jenis batuan bedasarkan sifat keasaman maupun kebasaanya.



 

Iklan
Komentar
  1. oti berkata:

    coba ditambah gambar di setiap mineralnya pasti lebih oke deh 🙂
    keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s